Karakter Anak Digital

gadget

Anak digital atau generasi internet adalah anak-anak yang lahir setelah tahun 1980. yaitu di era digital. Mereka ini terbiasa mengakses teknologi jejaring digital serta memiliki kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan mengenai komputer. Anak digital atau digital native, terbiasa mengenyam teknologi semenjak mereka masih di usia SD, bahkan sejak mereka lahir.

Generasi anak digital ini tentu saja berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka ini menjadikan aktifitas berselancar di dunia maya sebagai suatu kebiasaan yang dilakukan hampir setiap saat. Bahkan, dapat dikatakan, generasi ini menghabiskan sebagian waktunya di dunia maya.

Karakter Anak Digital

Sebagai orang tua, sudah selayaknya kita memahami bagaimana karakter anak digital ini. Kita sudah memahami jika penggunaan internet dapat berdampak positif dan berakibat negatif. Penelitian membuktikan jika justru anak-anak inilah, yang sering kali terkena dampak negatif internet. Itulah sebabnya, orang tua harus memahami keadaan anak-anak yang berinteraksi dengan internet.

Salah satu dampak yang paling menonjol bagi pengguna internet yang berusia remaja adalah kecanduan atau adiksi. Kecanduan ini merupakan pangkal segala jenis masalah akibat penggunaan internet. Anak remaja dapat kehilangan konsentrasi belajar, menarik diri dari lingkungan sosialnya, menderita gangguan kesehatan, bahkan menjadi korban kriminalitas dari kejahatan dunia maya.

Karakter anak digital yang harus kita pahami yaitu, bahwa mereka interaksi sosialnya banyak dimediasi oleh teknologi digital. Mereka lebih sering berkenalan dengan orang lain secara online sebelum bertemu langsung. Selain itu, anak-anak digital ini lebih memilih membaca media online atau membaca blog daripada membaca suratkabar atau majalah.

Digital native ini, merupakan generasi yang mengutamakan kecepatan. Maklum saja, karena mereka hidup di era internet. Semua informasi sangat cepat tersebar dan komunikasi dapat dilakukan dengan cepat pula. Akibatnya, mereka cenderung melakukan sesuatu dan menginginkan semua hal dengan cepat.

Orang tua dan guru, kini tidak bisa menghindar untuk memahami bagaimana interaksi anak generasi digital dengan internet. Memahaminya sangat diperlukan, bukan hanya karena kita akan mendapat label gaptek atau jadul. Namun kita harus memahami karakter digital native, untuk dapat menjalin komunikasi yang lebih baik dengan anak-anak.

Karakter Anak Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *